Sejarah

70 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah sejarah perjalanan sebuah lembaga pendidikan, bahkan tidak jarang hanya tinggal nama saja. Salah satu yang masih bertahan dalam usia yang sudah tua adalah SMPK Angelus Custos Surabaya. 

Sekolah yang berada di Jalan Niaga Dalam 5 Surabaya ini berada di bawah naungan Kongregasi para Frater Bunda Hati Kudus dengan Yayasan Mardiwiyata yang berpusat di Malang.

Sejak berdiri pada tanggal 2 Oktober 1948 sampai dengan 2019 selama 70 tahun Kepala Sekolah selalu dipimpin oleh seorang frater. Kepala Sekolah yang pernah memimpin sekolah ini berturut turut dari awal sampai sekarang adalah : Fr. Salesius, Fr. Otto, Fr. Theodardus, Fr. Samuel, Fr. Donatus, Fr. Ireneus, Fr. Remigius Haryadi, Fr. Chrizologus, Fr. Paulino, Fr. Damianus, Fr. Herman Yoseph, dan yang sekarang Fr. Gabriel. 

Pada awal berdirinya hanya khusus menerima siswa laki-laki saja tetapi selaras dengan perkembangan jaman sejak tahun 1985 mulai juga menerima siswa perempuan. Sekolah masuk pagi dan siang sehingga mampu menampung 24 kelas. Tetapi sejak 5 tahun terakhir semua siswa masuk pagi sehigga karena keterbatasan lokal saat ini hanya 21 kelas dan ke depannya jika sudah ada lokal baru bisa kembali seperti semula. 

Keuntungan yang diperoleh dari SMPK AC ini adalah satu Komplek dengan SMAK Frateran, SDK Xaverius, SDK St. Angela, TK Taman Rini yang berada di kawasan Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria jalan Kepanjen Surabaya. 

Keunggulan dari sekolah ini antara lain sarana prasarana yang lengkap seperti semua kelas ber-AC yang dilengkapi dengan multimedia sehingga memungkinkan kenyamanan siswa dan kemudahan untuk menyerap pelajaran, CCTV di setiap kelas dan sudut ruangan dengan tujuan mengurangi tingkat kerawanan kejahatan dan kriminalitas, internet gratis dengan lebih dari 50 komputer yang bisa digunakan sehingga dengan mudah para siswa maupun guru mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pendidikan dengan mudah. Diasuh oleh 60 guru dan karyawan. 

Sama dengan sekolah lain, sekolah yang baik tentunya sekolah yang padat dengan kegiatan, selain kegiatan intra kurikuler juga ekstra kuriluler yang beragam anatara lain: Drum band, Band, Modern Dance, Basket, Futsal, Jurnalistik, Taekwondo, Karawitan dan masih banyak lagi yang lainnya sehingga dimungkinkan semua potensi yang ada pada diri siswa bisa berkembang secara maksimal. 

SMPK AC juga menjalin kerjasama dengan sekolah di luar negri antara lain dengan Sekolah Raffles Singapura dengan mengirimkan siswa yang berprestasi untuk mendapatkan bea siswa di sekolah tersebut dan untuk tahun ini mulai dijajaki kerjasama dengan sebuah sekolah di Australia dengan harapan jangka panjangnya bisa saling tukar-menukar siswa yang berprestasi maupun mengirimkan guru untuk menimba ilmu di sana. 

SMP AC menyadari untuk tetap eksis keberadaannya tentunya bukan hal yang mudah dalam mengelola sekolah apa lagi persaingan yang ketat diantara sekolah swasta yang sudah ada maupun sekolah-sekolah baru yang bermunculan dengan embel-embel sekolah bertaraf internasioal maka sekolah membuat terobosan terobosan baru diantaranya peningkatan kwalitas guru baik kwalitas di bidang ajarnya maupun kwalitas rohaninya antara lain dengan bekerjasama dengan Universitas Widya Mandala Surabaya mengadakan les bahasa Inggris bagi semua guru dan karyawan sehingga nantinya dalam mengajar semua guru wajib menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, secara rutin mendatangkan nara sumber untuk pembekalan bagi para guru bidang study, study banding ke beberapa sekolah di berbagai kota, rekoleksi dan sebagainya. 

Karena keberadaannya sudah lebih dari setengah abad maka tidak mengherankan jika alumni AC banyak yang menjadi orang sukses yang menyebar di seluruh Indonesia bahkan tidak sedikit yang berdomisili di luar negri, salah satu alumni dari AC yang yang membanggakan adalah Bapa Uskup Surabaya Monsinyur Vinsensius Wisaksono. 

Puji Tuhan untuk tahun ajaran mendatang 2008-2009 kursi yang ada untuk kelas 7 sudah terpenuhi karena calon siswa sudah mulai inden mulai bulan Januari sebelum masa penerimaan murid baru dimulai. Hal ini tentu saja karena hasil kerja keras dari seluruh komponen yang ada dengan menunjukkan prestasi sehingga sekolah masih dipercaya oleh masyarakat. 

Walaupun banyak masalah yang dihadapi maupun tantangan yang ada di depan mata dengan semboyan "bisa tidak bisa harus bisa" dan kekompakan dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan masyarakat terlebih dengan orang tua siswa maka semua bisa berjalan dengan baik. Kita semua berharap semoga SMPK AC dengan usia yang ke 60 semakin mantap melangkah semakin berkembang, lebih mengutamakan pelayanan. Tak ada hal yang membahagiakan kecuali keberadaan kita di dunia ini bermakna bagi orang lain.
Viva SMP AC.